Cara Minum Madu yang Benar Menurut Islam, Mana yang Sunnah dan Mana yang Bukan?

Seorang wanita berhijab duduk memegang gelas air madu dengan sendok madu dan toples madu murni di meja kayu, diiringi Al-Quran dan sajadah sebagai latar

Cara minum madu yang benar menurut Islam mengikuti adab minum yang diajarkan Rasulullah SAW, mulai dari niat, basmalah, tangan kanan, hingga hamdalah. Adab ini berlaku untuk semua makanan dan minuman, sehingga belum ditemukan tata cara khusus yang hanya berlaku untuk madu.

Banyak informasi yang beredar menyebut waktu, arah mengaduk, atau takaran tertentu sebagai sunnah, padahal tidak semuanya punya dalil yang merinci. Memisahkan adab yang berdasar hadits dari anjuran kesehatan membuat Anda tidak keliru mengamalkannya.

Dasar Madu dalam Al-Qur’an dan Hadits

Al-Qur’an menyebut madu dalam Surah An-Nahl ayat 69, saat Allah SWT berfirman tentang lebah dan hasil perutnya. Ayat ini menjadi rujukan utama kedudukan madu dalam Islam.

“Kemudian, makanlah (wahai lebah) dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perutnya itu keluar minuman (madu) yang beraneka warnanya. Di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menyukai manisan dan madu (HR Bukhari dan Muslim). Riwayat ini menunjukkan madu termasuk makanan yang beliau gemari.

Dalam riwayat lain yang disepakati Bukhari dan Muslim, seorang sahabat mengadukan saudaranya yang sakit perut, lalu Rasulullah SAW menyuruhnya memberi madu. Hadits ini mengajarkan madu sebagai ikhtiar, bukan alasan menunda ke dokter bila keluhan berlanjut.

Cara Minum Madu yang Benar Menurut Islam

Adab minum dalam Islam diambil dari hadits tentang makan dan minum secara umum, lalu diterapkan pada madu. Lima adab ini paling kuat dalilnya dan berlaku saat madu diminum langsung maupun dicampur air.

Luruskan Niat Sebelum Minum

Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal bergantung pada niatnya (HR Bukhari dan Muslim). Niatkan minum madu untuk menjaga kesehatan dan menjalankan sunnah, sehingga kebiasaan sehari-hari bernilai pahala.

Baca Basmalah di Awal dan Hamdalah di Akhir

Rasulullah SAW memerintahkan umatnya menyebut nama Allah sebelum makan dan minum, sebagaimana sabda beliau kepada Umar bin Abi Salamah (HR Bukhari dan Muslim). Setelah selesai, ucapkan hamdalah karena Allah ridha kepada hamba yang memuji-Nya setelah makan atau minum (HR Muslim).

Pegang Sendok atau Gelas dengan Tangan Kanan

Rasulullah SAW menganjurkan makan dan minum dengan tangan kanan, karena setan makan dan minum dengan tangan kiri (HR Muslim). Adab ini berlaku saat memegang gelas, sendok, maupun wadah madu.

Minum Sambil Duduk

Anas bin Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melarang minum sambil berdiri (HR Muslim). Karena ada riwayat sahih bahwa beliau pernah minum air zamzam sambil berdiri, Imam Nawawi menjelaskan larangan itu bermakna makruh tanzih, bukan haram. Duduk tetap lebih utama dan menjadi kebiasaan beliau, sedangkan minum berdiri dibolehkan bila keadaan menyulitkan.

Minum Perlahan dengan Jeda Napas di Luar Gelas

Anas bin Malik RA juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bernapas tiga kali saat minum (HR Bukhari dan Muslim). Imam Nawawi menjelaskan maksudnya adalah berhenti sejenak untuk bernapas di luar wadah, bukan bernapas ke dalam gelas. Adab ini paling relevan saat madu dilarutkan dalam air.

Madu Dicampur Air atau Diminum Langsung?

Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad menyebut Rasulullah SAW meminum madu yang dicampur air dingin. Beliau sendiri menambahkan bahwa mungkin pula Rasulullah SAW memakan madu murni, karena teks haditsnya mencakup kedua kemungkinan.

Artinya, belum ditemukan hadits yang menetapkan salah satu cara, dan sejumlah ustaz yang menelusurinya belum menemukan hadits yang merinci tata cara teknis minum madu. Karena itu, klaim bahwa Rasulullah SAW selalu memakan madu langsung dari sarang tanpa campuran perlu disikapi hati-hati.

Bila memilih madu dengan air hangat, perhatikan juga efek sampingnya. Air dingin atau suhu ruang adalah pilihan yang paling dekat dengan keterangan Ibnul Qayyim.

Waktu Minum Madu dalam Islam, Adakah Dalilnya?

Pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur sering disebut sebagai waktu sunnah minum madu. Namun belum ditemukan hadits yang menetapkan jam tertentu, sehingga waktu itu lebih tepat disebut anjuran kesehatan.

Hadits tentang madu tiga kali setiap bulan yang kerap dikutip juga perlu dicek derajatnya sebelum dijadikan dasar amalan. Pertanyaan apakah boleh minum madu setelah makan lebih tepat dijawab dari sisi kesehatan, bukan dalil.

Baca juga: Waktu Terbaik Minum Madu: Pagi, Malam, atau Olahraga?

Takaran Madu dan Batas Gula Harian

Islam mengajarkan sikap tidak berlebihan dalam makan dan minum. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tidak ada wadah yang diisi manusia lebih buruk daripada perutnya (HR Tirmidzi).

Kementerian Kesehatan menganjurkan batas gula harian sekitar 50 gram atau empat sendok makan, dan gula dari madu ikut terhitung di dalamnya. Satu sampai dua sendok makan per hari lazim dijadikan patokan, dengan catatan Anda sudah tahu berat satu sendok makan madu agar hitungan gulanya tepat.

Anak di bawah satu tahun tidak dianjurkan mengonsumsi madu karena risiko botulisme, dan madu untuk anak 1 tahun punya ketentuan tersendiri. Penderita diabetes perlu bertanya ke dokter karena madu untuk diabetes tetap menambah asupan gula.

Memilih Madu yang Halal dan Murni

Islam menekankan agar makanan yang dikonsumsi halal dan baik. Madu yang dicampur sirup gula atau bahan lain tidak lagi murni, sehingga kejelasan asal dan kemurniannya perlu dipastikan sebelum membeli.

Perhatikan label, asal madu, dan sertifikat halal dari penjual. Pelajari juga ciri madu asli dan palsu agar tidak mudah tertipu klaim di kemasan.

Kebutuhan madu murni dan halal dari pembeli muslim membuka peluang bagi toko herbal, reseller, dan UMKM. Pembeli yang menjaga adab dalam mengonsumsi madu tentu ingin tahu asal dan kemurnian madu yang mereka beli.

Madu Kencono adalah peternak lebah sekaligus supplier madu asli berbadan hukum PT, bersertifikat Halal Indonesia, yang melayani grosir madu dan supply madu berkala. Anda bisa meminta tester gratis sebelum memesan, dengan pengiriman ke seluruh Indonesia dan opsi COD.

Jika Anda ingin menyediakan madu murni dan halal untuk pelanggan muslim, hubungi kami untuk meminta tester dan daftar harga grosir. Dengan adab yang benar dan madu yang jelas asalnya, kebiasaan minum madu sesuai tuntunan ini bisa sampai ke lebih banyak orang.

Bagikan :
GROSIR MADU 👇 TANGAN PERTAMA 👇